Kamis, 28 November 2013

“BERARTINYA SAHABAT BAGI DINDA”




          Dinda adalah seorang gadis yang lahir di Bengkulu tepatnya pada tanggal 5 Desember 1996, menjadi seorang anak tunggal di keluarganya, Dinda sekarang duduk di kelas XII IPA dia mempunyai sahabat yaitu Cika,Rita,Meri dan Diva yang bersahabat sejak SMP, awalnya mereka tidak begitu akrab, dulu mereka tidak saling kenal dan tidak saling menghiraukan entah mengapa pada saat kenaikan kelas IX mereka satu kelas dan pada saat itu ketika ada tugas kelompok membuat satu kerajinan, mereka menjadi satu kelompok, semenjak itu mereka saling kenal, dan menjadi lebih dekat lagi, semakin lama semakin akrab dan selalu terlihat bersama, kemana-mana selalu bersama dan setiap kali ada tugas kelompok mereka selalu satu kelompok, sekelompok wanita-wanita itu menjadi sekelompok yang ceria,gokil,alay dan lumayan nakal yang membuat mereka saling akrab itu adalah mereka sangat hobi jalan-jalan dan foto-foto, tiba saatnya mereka menjalankan les karena ingin menghadapi UN, walaupun harus les mereka masih menyempatkan diri untuk menjalankan hobi mereka
          Hampir setiap sore setelah pulang les mereka jalan-jalan ke tempat yang belum mereka kunjungi, walaupu begitu tetap saja mereka masih mengurusi pelajaran dan tidak meninggalkan tugas untuk belajar, ketika UN dan lulus mereka mendapatkan nilai yang memuaskan, untuk merayakan kelulusan, mereka jalan-jaran lagi ke pantai dan ketempat wisata-sisata sesuai dengan hobi mereka.
          Setelah lulus SMP awalnya mereka menginginkan masuk SMA yang sama yaitu SMA terfavorit di kabupaten mereka dan berharap satu kelas lagi, tetapi semuanya tidak sesuai harapan, salah satu dari mereka yaitu Diva tidak memasuk SMA itu ,seperti Dinda,Cika,Rita dan Meri karena Diva disuruh orang tuanya sekolah di dekat rumah Diva, dan setelah masuk di SMA itu malah Dinda, Cika,Rita dan Meri juga tidak satu kelas lagi, mereka semua terpisah, walau begitu persahabatan mereka masih tetap utuh dan tidak membuat mereka renggang tetapi salah satu dari mereka karena terpisah dan mendapatkan teman baru yaitu Meri tidak mengakrabkan diri lagi dan menjadi renggang, kini tinggal lah Dinda,Cika,Rita dan Diva lagi yang bersatu.
          Mereka selalu menghabiskan waktu luang mereka dengan bersama-sama, karena tidak ingin membuat hubungan mereka renggang, seringkali mereka meluangkan waktu masing-masing untuk menjalankan hobi mereka, makan di tempat lestoran bersama dan sering kali mengadakan bermalam secara bergantian di rumah salah satu dari mereka, ketika weekend  membuat acara gila-gilaan, buka bersama ketika bulan ramadhan dan masih banyak lagi yang mereka lakukan bersama-sama. Semuanya sangat berkesan bagi Dinda
          Sahabat-sahabatnya itu sudah di anggap Dinda sebagai kakak-kakaknya begitupula sebaliknya, Ketika salah satu dari meraka terkena masalah mereka selalu saling berbagi dan setiap kali Dia dalam keadaan kesusah dan kena masalah para sahabat Dinda selalu memberi dukungan, semangat supaya Dinda bangkit lagi dan membuat hati Dinda tenang dan bahagia kembali sehingga Dinda tidak terpuruk dalam masalah itu, para sahabat Dinda itu selalu menjaga Dinda, memberi Dinda nasehat kalau Dinda salah dan sangat berarti bagi Dinda, para sahabat Dinda selalu ada buat Dinda dalam keadaan apapun baik senang maupun sedih. Dan saling mendukung satu sama lain.
          Kini Dinda dan para sahabat Dinda akan hampir mengakhiri masa putih abu-abunya dan mereka mau mengejar cita-cita mereka masing-masing, dengan melanjutkan sekolahnya sesuai dengan apa yang mereka inginkan, tetapi itu membuat Dinda sedih karena Dinda akan kehilangan para sahabatnya, karena Dinda merasa akankah ada orang lain yang bisa menjaga Dinda, menasehati Dinda dan selalu ada buat Dinda ketika para sahabat Dinda itu pergi jauh karena hanya bisa berhubungn lewat telepon saja dan terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh karena Cika,Rita dan Diva akan melanjutkan sekolahnya di luar kota sedangkan Dinda, karena hanyalah anak satu-satunya jadi tidak bisa keluar melanjutkan ke luar kota karena orang tua Dinda sudah tua. Dinda sangatlah merasa kehilangan bila berpisah dengan para sahabatnya, karena para sahabanya lah tempat Dinda mencurahkan segala isi hatinya dan Dinda takut karena belum tentu teman baru Dinda nanti bisa mengerti,menerima dan memahami sikap, sifat Dinda sepenuhnya seperti para sahabat-sahabat Dinda sebelumnya, tetapi semuanya itu akan terjadi hanya saja Dinda berharap ketika terpisahkan para sahabat-sahabat Dinda akan tatap bersama walau terpisahkan dan tidak melupakan Dinda beserta semua kenangan-kenangan mereka dan tetap menjadi teman sejati selamanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar