Dinda adalah seorang gadis yang lahir di Bengkulu tepatnya pada tanggal
5 Desember 1996, menjadi seorang anak tunggal di keluarganya,
Dinda sekarang duduk di kelas XII IPA dia mempunyai sahabat yaitu Cika,Rita,Meri dan Diva yang
bersahabat sejak SMP, awalnya mereka tidak begitu akrab, dulu mereka tidak saling kenal dan tidak saling
menghiraukan entah mengapa pada saat kenaikan kelas IX mereka satu kelas dan
pada saat itu ketika ada tugas kelompok membuat satu kerajinan, mereka menjadi
satu kelompok, semenjak itu mereka saling kenal, dan menjadi lebih dekat lagi,
semakin lama semakin akrab dan selalu terlihat bersama, kemana-mana selalu
bersama dan setiap kali ada tugas kelompok mereka selalu satu kelompok,
sekelompok wanita-wanita itu menjadi sekelompok yang ceria,gokil,alay dan lumayan
nakal yang membuat mereka saling akrab itu adalah mereka sangat hobi
jalan-jalan dan foto-foto, tiba saatnya mereka menjalankan les karena ingin
menghadapi UN, walaupun harus les mereka masih menyempatkan diri untuk
menjalankan hobi mereka
Hampir setiap sore setelah pulang les
mereka jalan-jalan ke tempat yang belum mereka kunjungi, walaupu begitu tetap
saja mereka masih mengurusi pelajaran dan tidak meninggalkan tugas untuk
belajar, ketika UN dan lulus mereka mendapatkan nilai yang memuaskan, untuk
merayakan kelulusan, mereka jalan-jaran lagi ke pantai dan ketempat
wisata-sisata sesuai dengan hobi mereka.
Setelah lulus SMP awalnya mereka
menginginkan masuk SMA yang sama yaitu SMA terfavorit di kabupaten mereka dan
berharap satu kelas lagi, tetapi semuanya tidak sesuai harapan, salah satu dari
mereka yaitu Diva tidak memasuk SMA itu ,seperti Dinda,Cika,Rita dan Meri
karena Diva disuruh orang tuanya sekolah di dekat rumah Diva, dan setelah masuk
di SMA itu malah Dinda, Cika,Rita dan Meri juga tidak satu kelas lagi, mereka
semua terpisah, walau begitu persahabatan mereka masih tetap utuh dan tidak
membuat mereka renggang tetapi salah satu dari mereka karena terpisah dan
mendapatkan teman baru yaitu Meri tidak mengakrabkan diri lagi dan menjadi
renggang, kini tinggal lah Dinda,Cika,Rita dan Diva lagi yang bersatu.
Mereka selalu menghabiskan waktu luang
mereka dengan bersama-sama, karena tidak ingin membuat hubungan mereka
renggang, seringkali mereka meluangkan waktu masing-masing untuk menjalankan
hobi mereka, makan di tempat lestoran bersama dan sering kali mengadakan
bermalam secara bergantian di rumah salah satu dari mereka, ketika weekend membuat acara gila-gilaan, buka bersama
ketika bulan ramadhan dan masih banyak lagi yang mereka lakukan bersama-sama.
Semuanya sangat berkesan bagi Dinda
Sahabat-sahabatnya itu sudah di anggap
Dinda sebagai kakak-kakaknya begitupula sebaliknya, Ketika salah satu dari
meraka terkena masalah mereka selalu saling berbagi dan setiap kali Dia dalam
keadaan kesusah dan kena masalah para sahabat Dinda selalu memberi dukungan,
semangat supaya Dinda bangkit lagi dan membuat hati Dinda tenang dan bahagia kembali
sehingga Dinda tidak terpuruk dalam masalah itu, para sahabat Dinda itu selalu
menjaga Dinda, memberi Dinda nasehat kalau Dinda salah dan sangat berarti bagi
Dinda, para sahabat Dinda selalu ada buat Dinda dalam keadaan apapun baik
senang maupun sedih. Dan saling mendukung satu sama lain.
Kini Dinda dan para sahabat Dinda akan
hampir mengakhiri masa putih abu-abunya dan mereka mau mengejar cita-cita
mereka masing-masing, dengan melanjutkan sekolahnya sesuai dengan apa yang
mereka inginkan, tetapi itu membuat Dinda sedih karena Dinda akan kehilangan para
sahabatnya, karena Dinda merasa akankah ada orang lain yang bisa menjaga Dinda,
menasehati Dinda dan selalu ada buat Dinda ketika para sahabat Dinda itu pergi
jauh karena hanya bisa berhubungn lewat telepon saja dan terpisahkan oleh jarak
yang cukup jauh karena Cika,Rita dan Diva akan melanjutkan sekolahnya di luar
kota sedangkan Dinda, karena hanyalah anak satu-satunya jadi tidak bisa keluar
melanjutkan ke luar kota karena orang tua Dinda sudah tua. Dinda sangatlah
merasa kehilangan bila berpisah dengan para sahabatnya, karena para sahabanya
lah tempat Dinda mencurahkan segala isi hatinya dan Dinda takut karena belum
tentu teman baru Dinda nanti bisa mengerti,menerima dan memahami sikap, sifat Dinda
sepenuhnya seperti para sahabat-sahabat Dinda sebelumnya, tetapi semuanya itu
akan terjadi hanya saja Dinda berharap ketika terpisahkan para sahabat-sahabat
Dinda akan tatap bersama walau terpisahkan dan tidak melupakan Dinda beserta
semua kenangan-kenangan mereka dan tetap menjadi teman sejati selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar